Showing posts with label Energi Terbarukan. Show all posts
Showing posts with label Energi Terbarukan. Show all posts

Istilah dalam Sistem Listrik Tenaga Surya

Pabrik Panel Surya - Suplier Solar Panel - Gudang Solar Panel - Importir Panel Listrik Tenaga Matahari - Bahan Bakar Tenaga Surya - Instalatur Tenaga Surya - Workshop Solar Panel - Ahli Solar Panel - Pakar Solar Panel - Energi Listrik Tenaga Surya / Photovoltaic

PANEL SURYA/ SOLAR CELLS

Panel surya adalah alat yang dipasang dibagian atas. Fungsinya untuk merubah tenaga matahari menjadi listrik. Sel silikon ( disebut juga solar cells) yang disinari matahari/ surya, membuat photon yang menghasilkan arus listrik. Sebuah solar cells menghasilkan kurang lebih tegangan 0.5 Volt. Jadi sebuah panel surya 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel ( untuk menghasilkan 17 Volt tegangan maksimun) .



Jenis Panel Surya/solar cell:

Efesiensi Perubahan Daya Daya Tahan Biaya Keterangan Penggunaan
Mono Sangat Baik Sangat Baik  Baik Kegunaan Pemakaian Luas Sehari-hari
Poly Baik Sangat Baik Sangat Baik Cocok untuk produksi massal di masa depan Sehari-hari
Amorphous Cukup Baik Cukup Baik Baik Bekerja baik dalam pencahayaan fluorescent Sehari-hari & perangkat komersial (kalkulator)
Compound (GaAs) Sangat Baik Sangat Baik Cukup Baik Berat & Rapuh Pemakaian di luar angkasa






Polikristal (Poly-crystalline)

Merupakan panel surya yang memiliki susunan kristal acak karena dipabrikasi dengan proses pengecoran. Type ini memerlukan luas permukaan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis monokristal untuk menghasilkan daya listrik yang sama. Panel surya jenis ini memiliki efisiensi lebih rendah dibandingkan type monokristal, sehingga memiliki harga yang cenderung lebih murah. Akan tetapi dapat menghasilkan listrik pada saat mendung.

Monokristal (Mono-crystalline)



Merupakan panel yang paling efisien, menghasilkan daya listrik persatuan luas yang paling tinggi. Memiliki efisiensi sampai dengan 15%. Kelemahan dari panel jenis ini adalah tidak dapat bekerja optimal ditempat dengan cahaya mataharinya kurang (teduh), efisiensinya akan turun drastis dalam cuaca berawan.

Amorphous

Silikon Amorf (a-Si) telah digunakan sebagai bahan sel photovoltaic untuk kalkulator selama beberapa waktu.
Meskipun mempunyai kinerja yang lebih rendah dibandingkan sel surya tradisional c-Si, hal ini tidak penting dalam kalkulator, yang menggunakan daya sangat rendah.
Teknologi terbaru saat ini dengan perbaikan dalam teknik konstruksi telah membuat a-Si lebih menarik sebagian besar wilayah pemanfaatan sel surya. Disini efisiensi yang lebih tinggi dapat dicapai dengan menyusun beberapa sel tipis-film di atas satu sama lain, masing-masing sesuai untuk bekerja dengan baik pada frekuensi cahaya tertentu.
Pendekatan ini tidak berlaku untuk c-sel Si, dengan teknik konstruksi yang tebal dan karenanya sangat buram, menghalangi cahaya mencapai lapisan lain dalam susunan. Pembuatan dari solar sel bertipe a-Si dalam produksi skala besar tidak efisien, tetapi biaya. a-Si sel menggunakan sekitar 1% dari silikon yang dibutuhkan untuk sel c- Si, dan biaya silikon adalah faktor terbesar dalam biaya pembuatan sel. Namun, biaya lebih tinggi karena pembuatan konstruksi multi-layer, sampai saat ini, membuat a-Si tidak menarik kecuali dalam peran mana ketipisan atau fleksibilitas adalah keuntungan.

Monocrystaline type lebih terutama lebih banyak diproduksi di China dibanding di negara lain. Daya serap tinggi di kala terik, namun dikala mendung/ berawan agak kurang optimal menyerap cahayanya

Polycrystaline diproduksi oleh hampir semua Negara produsen besar solar panel seperti China, Jepang & Negara-negara Eropa. Berlawanan dengan Monocrystalline, daya serap tipe poly berada dibawah type mono di kala matahari terik, namun tetap dapat menyerap energy dengan baik di kala mendung/ berawan.
Biasanya harganya lebih mahal dibanding type monocrystaline. Namun untuk di Indonesia, harganya relatif sama
 

WP, singkatan dari Watt-Peak, 
Adalah istilah yang memang biasa digunakan dalam dunia solar energy. WP menggambarkan besarnya nominal Watt tertinggi yang dapat dihasilkan dari sebuah solar system. Ini dikarenakan karena energi dari sinar matahari yang bisa berubah-ubah dalam satu hari. Yang bila digambarkan dalam sebuah grafik dari hasil pengukuran laboratorium tentang ukuran kekuatan daya listriknya per satuan waktu, akan tampak seperti gelombang. Ada puncak ( Peak) dan ada lembahnya, berdasar data-data yang diperoleh dari pengukuran dalam jangka waktu tertentu.
Contoh :
Sebuah lampu penerang jalan bertenaga solar panel memiliki daya 60wp. Ini artinya seberapa kuatnya sinar matahari pada saat itu sekalipun, maksimal daya yang dapat diserap atau output energi yang dihasilkan oleh perangkat tersebut hanya 60watt.


CONTROLLER

Ter integrasi dengan Box Batere, merupakan perangkat elektronik berbentuk kotak yang mengatur aliran listrik dari Modul Surya ke Batere/ Accu dan aliran listrik dari Batere/ Accu ke Lampu, TV atau Radio/ Tape anda.Charge-Discharge pengontrol melindungi baterei dari pengisian berlebihan dan melindungi dari korsleting atau pengiriman muatan arus berlebih ke input terminal. Alat ini juga mempunyai beberapa indikator yang akan memberikan kemudahan kepada pengguna PLTS dengan memberikan informasi mengenai kondisi baterai sehingga pengguna PLTS dapat mengendalikan konsumsi energi menurut ketersediaan listrik yang terdapat didalam baterai. Selain itu terdapat 3 indikator lainnya yang mengimformasikan status pengisian, adanya muatan berlebih dan pengisian otomatis pada saat baterai kosong.

INVERTER

INVERTER merupakan rangkaian ELEKTRONIK yang di gunakan untuk mengubah arus DC ( Direct curent) menjadi arus AC ( alternating curent) .INVERTER dapat di gunakan pada berbagai macam jenis paralatan elektronika mulai dari laptop, komputer, tv, mesin fax, play station, dll.dan juga dapat di gunakan untuk sebagai back up energy bila terjadi pemadaman di suatu aerah oleh pihak PLN. Selain dari fungsi di atas, INVERTER juga banyak kegunaan lainya, yaitu; dapat di aplikasikan dengan PLTS( pembangkit listrik tenaga surya) , PLTA( pembangkit listrik tenaga air atau angin/ bayu) , atau pun jenis pembangkit listrik alternatif lainya.

BATERAI

Baterai, adalah perangkat kimia untuk menyimpan tenaga listrik dari tenaga surya. Tanpa baterai, energi surya hanya dapat digunakan pada saat ada sinar matahari.

Untuk lebih jelasnya akan saya jelaskan dengan bantuan diagram untuk instalasi listrik tenaga surya. Pada diagram pembangkit listrik tenaga surya dibawah, beberapa panel surya di paralel untuk menghasilkan arus yang lebih besar. Combiner pada gambar dibawah menghubungkan kaki positif panel surya satu dengan panel surya lainnya. Kaki/ kutub negatif panel satu dan lainnya juga dihubungkan. Ujung kaki positif panel surya dihubungkan ke kaki positif charge controller, dan kaki negatif panel surya dihubungkan ke kaki negatif charge controller. Tegangan panel surya yang dihasilkan akan digunakan oleh charge controller untuk mengisi baterai. Untuk menghidupkan beban perangkat AC ( alternating current) seperti Televisi, Radio, komputer, dll, arus baterai disupply oleh inverter.


Hubungi kami untuk konsultasi gratis mengenai kebutuhan anda akan konversi listrik ke Tenaga Matahari.
Call Center : 0511 - 7366 387
BBM ; 5E1DD6CB
Sales : 0858 7997 8991

Panel Surya Adalah Bagian Utama PLTS

Panel Surya Adalah Bagian dari PLTS, Panel Surya Adalah Komponen Utama PLTS
 Panel Surya Murah - Gudang Panel Surya Murah - Photovoltaic Murah - Suplier Solar Panel untuk Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, NTB, NTT dan sekitarnya


Bagaimana cara memanfaatkan energi listrik dari PLTS secara lebih efektif & efisien?
Karena PLTS sangat tergantung kepada sinar matahari, maka perencanaan yang baik sangat diperlukan. Perencanaannya terdiri dari:
1. Jumlah daya yang dibutuhkan dalam pemakaian sehari-hari ( Watt-hour) .
2. Berapa jumlah panel surya yang harus dipasang.
3. Berapa unit baterai yang diperlukan untuk kapasitas yang diinginkan dan pertimbangan penggunaan tanpa sinar matahari.

Dari sini kita lalu menentukan, apakah kita menginginkan “FULL OUTPUT” atau “ PEAK” energy saja. Bila yang kita butuhkan adalah FULL OUTPUT, maka akan diperlukan banyak battery & untuk perhitungan-perhitungan kebutuhannya nanti, akan ada semacam “ Faktor-faktor Angka Pengali” yang digunakan.
Jika kebutuhannya hanya PEAK saja, artinya ini akan meminimalisir penggunaan battery ( atau tanpa battery sama sekali) & energi yang dihasilkan terutama untuk penggunaan di siang hari saja ( Hybrid System. Dikombinasikan dengan listrik PLN, genset atau sumber energy lain) . Tipe PEAK ini jauh lebih ekonomis dengan ROI yang lebih cepat. Cocok sekali untuk kalangan Industry ( Pabrik, UKM, dll) , Commercial ( Mall, Gedung Perkantoran, dll) serta Telecommunication ( BTS) .

Perhitungan Teknis

Daya yang dihasilkan oleh panel surya maksimum diukur dengan besaran Wattpeak ( WP ) , yang konversinya terhadap Watthour ( WH ) tergantung intensitas cahaya matahari yang mengenai permukaan panel. Selanjutnya daya yang dikeluarkan oleh panelsurya adalah daya panel ( WP ) dikalikan lama penyinaran.

Misalnya sebuah panel dengan berkapasitas 50WP disinari matahari dengan intensitas maksimum selama 8 jam maka daya yang dihasilkan adalah 50 kali 8 WH = 400 WH. Daya sebanyak ini dapat digunakan untuk menyalakan 4 buah lampu 25 watt selama 4 jam atau sebuah lampu 40 watt selama 10 jam.

Untuk listrik tenaga surya skala rumah tangga dengan daya 250 watt dibutuhkan panel surya dengan kapasitas 50wp. Daya 500 watt diperlukan panel surya dengan kapasitas 100wp, dengan catatan sinar matahari terik. Pada cuaca mendung 50wp menghasilkan 150watt dan 100wp menghasilkan 300watt.

Panel – panel surya dapat disusun secara seri atau paralel. Rangkaian paralel digunakan pada panel-panel dengan tegangan output yang sama untuk memperoleh penjumlahan arus keluaran. Tegangan yang lebih tinggi diperoleh dengan merangkai panel-panel dengan arus keluaran yang sama secara seri.

Misalnya untuk memperoleh output sebesar 12 volt dan arus 12 ampere, kita bisa merangkai 4 buah panel masing-masing dengan output 12 volt dan 3 ampere secara paralel. Sementara kalau dirangkai secara seri akan diperoleh output tegangan sebesar 48 volt dan arus 3 A.

Untuk lebih jelasnya, berikut contoh perhitungannya :

Perhitungan kebutuhan 2200watt FULL OUTPUT

Asumsi 1 :
Dibutuhkan untuk dapat menyala 24 jam
Maka jumlah daya yang dibutuhkan untuk pemakaian sehari-hari adalah :
2200wp x 24jam = 52.800 watt-hour per hari

Asumsi 2 :
Menggunakan Solar panel @ 100wp

Asumsi 3 :
Lama penyinaran dalam 1 hari adalah 4 jam
** Ini berdasarkan perhitungan energi surya dari jam 7 pagi s/ d jam 5 sore ( 10 jam ) dan asumsi konversi energi minimal 4 jam sehari ( menggunakan konstruksi solar panel terpasang fixed menghadap 1 arah mata angin saja)

Asumsi 4 :
• Menggunakan battery kering type 12volt 100Ah ( Ah = ampere hour)
• Dalam tataran ideal, digunakan faktor angka pengali 2 & 3 untuk menghitung kebutuhan battery, atau secara total angka pengalinya adalah 6 ( dari 2 x 3) .

FAKTOR X1 :
Angka pengali 2 (dua) , timbul karena battery tidak boleh lebih dari 50% kehilangan kapasitasnya bila ingin battery-nya tahan lama, terutama untuk battery kering seperti type gel dan AGM. Dengan kata lain diusahakan agar DOD ( Depth of Discharge ) tidak melampaui 50% karena akan sangat mempengaruhi life time dari battery itu sendiri.

FAKTOR X2 :
Faktor angka pengali 3 ( tiga) adalah untuk kebutuhan Battery. Angka 3 ini adalah kemungkinan terburuk dari jumlah hari yang diasumsikan terjadi hujan/ mendung/ tidak ada sinar matahari selama 3 hari berturut-turut
• Namun ada juga yang menghitung langsung faktor angka pengalinya 4 atau 5 saja

Sebagai komponen utama dari sebuah PLTS, mari kita lihat dari sisi solar panelnya dulu.
Biasanya dalam penentuan harga sebuah solar panel didasarkan pada perhitungan harga per watt peak (WP). Ini juga yang berlaku di pasar internasional untuk penentuan harga sebuah solar panel.


1. Banyaknya solar panel yang diperlukan : 
(52.800 watt-hour per hari) : 100 wp : 4 jam/hari = 132 Buah Panel Surya kapasitas 100 WP

2. Banyaknya Battery yang diperlukan (JB) :
(Kebutuhan Watt/Jam per hari X FAKTOR X1 X FAKTOR X2) : Kapasitas baterai = JB


(52.800 X 2 X 3) : (12V X 100Ah) = 264 Buah Baterai


Kembali ke soal berapa besarnya biaya yang diperlukan, saat ini (November 2011) diperkirakan untuk harga solar panelnya sendiri di Jakarta adalah rata-rata sekitar Rp.30.000/ wp atau USD3/ wp ( kalau di LDK Indonesia, harganya dibawah IDR27.500/ wp) .

Harga ini tentu saja belum termasuk:


  • Battery
  • Charge Controller
  • Inverter
  • Penambahan kabel ( diluar paket standar) dan asessoris atau additional options lainnya
  • Biaya instalasi
  • Biaya delivery ke daerah
  • Pajak, dan lain-lain

Tapi biasanya harga yang berlaku di Indonesia, sudah termasuk Import duty & delivery cost dari negara asalnya.

Tentang Solar Panel

 
SOLAR PANEL
Solar Panel atau Solar Module atau orang Indonesia biasa menyebutkannya sebagai Panel Surya, adalah komponen terpenting dari sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS) . Solar panel mengkonversikan tenaga matahari menjadi listrik. Solar Panel terdiri dari sejumlah Sel silikon ( disebut juga solar cells PV) yang disinari matahari/ surya, yang lalu menghasilkan photon yang membangkitkan arus listrik.
Sekumpulan Solar Panel dalam satu system disebut Array. Banyaknya jumlah modul – yang dapat disusun secara seri atau parallel- akan menentukan besarnya total output energi listrik yang dihasilkan.

Apa itu PLTS?
PLTS adalah singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Ini adalah sebuah singkatan/ istilah yang biasa digunakan di Indonesia untuk menyebutkan sebuah sistem pembangkit listrik independen, yang bersumber bahan baku untuk membangkitkan energi listriknya berasal dari sinar matahari
Apa Kelebihan Listrik dari Tenaga Surya Dibanding Sumber Energi Lain?
  • Energi yang terbarukan ( renewable energy) , tidak memerlukan BBM lagi
  • Bersih, ramah lingkungan
  • Umur panel surya panjang ( investasi jangka panjang) : 20-25 tahun
  • Praktis. Mudah & murah dalam perawatan
  • Sangat cocok untuk daerah pedalaman / terpencil yang jauh dari sarana PLN
  • Sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia 
  • Beroperasi tanpa ada bagian yang perlu dibongkar pasang
  • Menghasilkan listrik tanpa suara
  • Minim perawatan
  • Listrik yang dihasilkan dapat dipergunakan untuk keperluan apapun dan dimanapun, tidak perlu investasi besar ataupun pengecekan keamanan seperti industri nuklir
  • Tidak memerlukan biaya transportasi seperti minyak, batubara, uranium dan plutonium
Solar Home System ( SHS) merupakan sistem PLTS ( Pembangkit Listrik Tenaga Surya) yang sangat sederhana. Paket Solar Home System ( SHS) 10Wp ini diperuntukan bagi penduduk di pedesaan yang belum mendapatkan koneksi ke jaringan listrik. Didesain untuk pemakaian di rumah-rumah di pedesaan untuk lampu penerangan.

Untuk perumahan skala menengah, aplikasi Solar Home System ( SHS) dapat diperluas untuk peralatan rumah tangga lainnya, seperti komputer, Kulkas, Pompa air, dll, dengan cara meningkatkan kapasitas daya dari Solar Panel dan Baterainya, dan juga menambahkan perangkat Inverter untuk menghasilkan tegangan AC.

Manfaat Menggunakan Solar Home System :
- Daya Tahan Lama (Hampir 25 tahun)
- Ramah Lingkungan
- Tidak Menghasilkan Gelombang Elektromagnetik
- Pemasangan Mudah
- Peralatan Sederhana
- Tidak Menggunakan Bahan Bakar
- Tidak Ada Pengoperasian Khusus
Hubungi kami untuk konsultasi gratis mengenai kebutuhan anda akan konversi listrik ke Tenaga Matahari.